Aku ingat papa....
Aku kangen papa.... Hari ini adalah hari ulang tahun papa... seandainya papa masih hidup, usianya ke 64 tahun dan kami pasti sudah merayakannya bersama keluarga meski dengan sederhana.
Sudah 2 tahun lalu papa meninggal karena sakit jantung, meskipun telah 6 bulan papa divonis menderita gagal ginjal dah harus cuci darah setiap minggu. Masih melekat semua cerita diakhir hidup papa.
Aku dan kakakku, Tata, adalah dua pribadi yang sangat berbeda. Kami terpaut 2 tahun. Tata, lebih cenderung mengerti papa, dan aku dianggap sebagai anak mama. Tapi kami bernasib sama... hari-hari kami hingga dewasa lebih banyak mandiri, atau hidup bersama keluarga lain.
Karena genap umurku 10 tahun, Papa dan Mama mendapat tugas baru di ibukota.
Seumur hidupku, papa lebih terkenal dengan sifat kerasnya. Ini pula yang membuat nyali "fans-fans"ku jadi ciut semua.... hahahaha... mereka pasti sudah lari tunggang langgang meskipun hanya mendengar suara papa berdehem.
Jarang kami melihat papa menangis, tapi masih aku ingat jelas pernah papa menangis ketika melihat aku dan tata waktu itu, sekitar umur 4 tahun, berinisiatif membantu mama menjual es dan getuk lindri door to door karena dagangan mama tidak laku akibat kecurangan dan persaingan.
Hari itu papa menangis, dan menitikkan air mata. Merasa tak berharga ketika kedua anaknya tanpa sepengetahuannya berkeliling menjajakan dagangan.
Padahal pikiran kami hanya sederhana, kasian mama karena dagangan tidak laku.
Hari-hari kami semasa kecil sangat sibuk. Bangun jam 6 pagi, diserbu oleh tante-tante yang bertugas memandikan, pakaian, mengikat rambut, menyuapi makanan...karena jam 7 aku dan kakak harus sudah menyeruak dinginnya pagi dengan sepeda motor dan berada disekolah yang berjarak 20 km.
Kami juga terbiasa, ketika harus "dititip" ditempat ibu penjual sayur yang juga tempat mama menitip dagangan karena mama tidak bisa menemani kami.
Atau kami harus jalan kaki 5 km mengikuti jalur rel untuk sampai di rumah kami, akibat uang saku yang kami habiskan untuk jajan.
Diantara kesusahan kami, papa selalu berusaha membuat kami merasa bahagia. Tiap minggu kami diajak berenang, jalan-jalan, atau ke rumah nenek yang harus ditempuh dengan 4 jam perjalanan. Di mobil tua saat itu, kami telah membuat "kapling" tempat kami tenggelam dengan khayalan masing-masing....
Aroma persainganpun telah dikobarkan papa semenjak kami kecil. Ketika Tata kelas 6 SD dan aku kelas 4, Nilai 9 di raport dihargai 5000 rupiah, nilai 8 dihargai 1000 rupiah. Juara I dapet sepeda. Akhirnya aku pemenangnya......
Tata dan aku akhirnya agak menjauh dengan papa mama, setelah kami merasa terlalu "tertekan" dengan sikap mama dan idealis papa. Padahal, tujuan mereka baik... menunjukkan kepada kami berdua anak perempuan tentang kasih sayang yang tertunda 10 tahun lamanya dan anak perempuan yang harus kuat menghadapi semuanya. Mungkin ini pengaruh dari kemandirian kami berdua karena sekitar 10 tahun kami berpisah dengan papa mama... sampai-sampai papa sempat complain kami dinilai sangat teramat terlalu mandiri.
Sayangnya, hal ini baru kusadari setelah kepergian papa tercinta.
Aku ingat, Papa adalah orang yang sangat sibuk mempersiapkan pernikahanku, meski harus dengan sangat berat hati merelakanku. Di moment itu, aku baru menyadari papa sangat penuh kejutan. Seminggu sebelum hari pernikahan, papa menunjukkan foto kami berdua, ketika kami berdua masih bayi hingga dewasa. Semua disimpannya secara rapi dan disusun untuk diabadikan di foto perjanjian pernikahanku.
Saat ini, aku kangen banget dengan papa... Sangat banyak yang ingin kuceritakan, meski selama ini kami lebih banyak terlarut dalam diam ketika berpelukan. Aku yakin papa memahami hatiku.
Sering kubayangkan papa, hadir melihatku meski dalam bayang semu.
Seandainya surga membiarkan angin menyampaikan kerinduanku.....
Tentang Rasa hormat, dan terima kasihku juga kasih sayangku, yang tak pernah bisa kusampaikan secara utuh ....
14 Februari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





2 komentar:
Aku bisa merasakan kerinduamu terhadap papa, karena setidaknya kita sama2 punya papa yang dengan didikian displin dan keras tapi tujuannya baik tuk kita anak2nya. Kita sebagai anak hanya bisa mendoakan semoga papa di sana bisa tidur dengan damai di sisi Nya. Amin
Amien say... semoga Papa kita diberikan yang tempat yang terbaik di sisiNya ya....
Posting Komentar